MarryAge

“Love is an ideal thing, marriage is a real thing – Johann Wolfgang van Goethe”

Post kali ini gw tujukan special buat one of my dearest friend, Vero yang lagi on the way menuju jenjang pernikahan.. (wooo!) And of course buat kalian ladies yang lagi dalam proses maupun yang lagi dalam tahap menimbang2 kapan ya gw harus married dll.. check it out ladies!

Si Wolfgang diatas aja bilang kalau marriage itu a REAL thing. Artinya, nikah itu ga sembarangan,. Ya kecuali kalo kalian emang udah ngerencanain nikah untuk main2, having fun, mengisi kekosongan, sekedar ada karena uda dikejar2 umur dsb.. Tapi gw rasa hampir semua orang ga pengen main2 lagi dong kalo uda sentuh yang namanya married. Right girls?

Kalo udah cocok, kadang ga peduli baru pacaran bentar ato uda bertaun-taun, namanya jodoh ya udah ga bisa dibendung lagi.. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita married. Ga sempurna, tapi setidaknya ini bisa jadi sekedar referensi ato bahan pertimbangan kalian..

1. Kesamaan pandangan tentang masa depan
     Apakah kalian ada dalam rute yang sama? Biasanya, couples yang udah siap nikah itu sama2 udah siap membicarakan komitmen dan kehidupan bersama di masa depan. Dan terlebih, kalian sedang sama2 dalam proses menuju kesana, bukan hanya speak si cowo tp memang udah ada actions bersama.

2. Terbuka dan bisa mengendalikan emosi
     Masa sih udah mau hidup bersama masih ada yang ditutup2in. Ga dong.. memulai sebuah kehidupan bersama dengan orang lain itu ga mudah, dan pasti ada banyak perbedaan dan emosi didalamnya. Kalo masih pacaran aja ributnya udah kaya tsunami ga berenti2, gimana nanti kalo udah married? Air bah?

Kalo kalian udah sama2 suka menyelesaikan masalah dan bisa ber mind set solusi daripada emosi. Well done…

3. Knowing each other deeply
     Kebiasaannya, kekurangan, teman2, pergaulan, masa lalu, dan bahkan tau serta sudah dapat restu dari masing2 keluarga dan bisa menerimanya, itu adalah sebuah signal bagus kalo kalian emang udah ngerti satu sama lain.

4. Stabilitas finansial
     Kita GA bisa munafik untuk hal yang satu ini. Udah terlalu banyak kalimat di sinetron2 yang bilang, “mau dikasih makan apa anak kita mas…”

Kalian ga harus punya rumah sendiri atau punya kendaraan mewah untuk keputusan menikah, tapi at least kalian punya kondisi keuangan yang STABIL dan cukup untuk kehidupan sehari-hari, include saat kalian punya baby nanti. Kalo kalian masih susah ngatur keuangan ato bahkan masih terlilit utang, alangkah lebih baik kalo kalian tunda dulu rencana pernikahan.. it is a serious matter.

5. Mengerti tanggung jawab masing2
    Mengerti tanggung jawab dan posisi masing2 bisa dijadikan sebuah pertimbangan ketika kalian mau menikah. Apakah setelah married kalian cewe masih tetap bekerja atau ngga, apakah mau ngontrak rumah, beli, atau ikut orang tua sementara, itu semua perlu yang namanya tanggung jawab. Jangan sampai keputusan saat ini menjadi alasan keributan setelah menikah.

Jangan terfokus pada pernikahan2 impian, melainkan pada rumah tangga dan kebahagiaan sebenarnya. Masalah pernikahan kalian itu mewah, sederhana, dsb itu keputusan kalian. Tapi cinta itu sederhana, dan yang kalian kejar adalah kebahagiaan…

Dear Vero, you guys meets all the conditions up there.. get married soon! Haha

-selotips (2014)-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s